Senin, 16 Mei 2016

Dilema Anak Hutan



petualangan anak rimba

Hutan ini hutan kita, hutan yang ada untuk dijaga
Sunggu lucu negeri ini terombang ambing dalam dunia politik hal yang penting tak dipedulikan, politik dan politikus berjalan lurus berdampingan dalam malam kedamaian, sungguh malang nasibku sang  pengeritik Cuma bisa diam dalam langkah yang bergemuruh sosok ku tak disanjung jiwaku tak membubung aku diam bagai tak terdengar saat suaraku melai berkobar..
Bencan terjadi dimana-mana kerusakan, kerkerasan,  kemunafikan merajalela, mereka yang berbuat salah selalu mempunyai celah, mereka yang berkuasa menjadi raja. Kita orang biasa hanya bisa meminta TUHAN TOLONG KAMI dan selamatkan kami dari bencana yang dibuat oleh saudara kami yang tak beranggung jawab. Saudara kami yang mementingkan dirinya banyak berbuat salah HUTAN YANG SEHARUSNYA DIJAGA malah dijadikan harta kekayaan mereka. Jabatan kekuasaan mereka pergunakan untuk mencari harta. Kami hanya bisa meminta dan berunjuk rasa meski tak didengar kami juga berdo`a HUTAN INI HUTAN KITA UNTUK KITA JAGA ini bukan ladang sampah yang harus didaur ulang atau dibuang.
Bukan karna kami iri kaklian kaya tapi cara kalian yang menyakiti membuat kami harus beranjak pergi. Jangan bangga wahai kamu yang membeli jabatanmu sungguh hina bila dikritik kami juga bukan sampah yang harus dibuang bukan pada tempatnya sampah yang sebenarnya yang harus dibuang itu adalah mereka yg membeli jabatan. Kita bukan bercerita tentang materi atau sebongkahan sampah. Ini masalah kepedulian lingkungan HUTAN KITA saatnya kita dan kalian untuk menjaga ini demi masa depan negeri kita.
Dunia ini sudah tua bagaikan hari sudah larut sore bak mentari sebentarlagi akan tenggelam seperti tumbuhan tak lagi berdaun seperti undang-undang bukan lagi hukum, tertawalah selagi kita bisa menertawakan mereka. Bila dengan tertawa kita bangga maka tertawalah melihat mereka yang terhina, jangan tunggu mereka yang menyadari diri mereka. Mereka tak mengerti mereka hanya imam disebalik tembok kegelapan dalam bongkahan uang yang mereka terima mereka bukan pemimpin yang kita inginkan mereka hanya menang dalam bahu yang belebel. Yakinlah kita akan menang dalam kekuatan kebersamaan. Majulah demi hutan kita bangkitkan jiwa yang tenggelam itu. kita pantas untuk berteriak kita pantas untuk memberontak karna saat ini  HUTAN KITA TERJAJAH dan akan berdampak pada masa depan negeri kita.
Sekarang sebagai masyarakat kecil kita harus memberontak jangan pernah takut kita pasti kuat bila kita sepakat kita kokoh bila kita bersatu. Saatnya kita harus peduli meski kita bukan pemegang kendali


Hutan itu sudah mulai sirna padahal kita membutuhkannya. Hutan banyak mempunyai plora dan fauna hasil hutan non kayu dan lain-lain, dalam kawasan hutan banyak yang bisa dijadikan kebutuhan hidup manusia. Banyak juga yang berpotensi menjadi pendongkrak kekayaan. Antara kebutuhan dan keinginan antara kemunafikan dan kejujuran. Hutan mampu menjadi penunjang mengangkat kekayaan bagi meraka yang mampu membisniskan hutan baik dari tumbuhan maupun binatang yg ada didalamnya dan binatang yang hidup didalam hutan adalah milik kita semua tergantung mau kita jaga atau kita jual. Manusia adalah kita kita adalh manusia. Hahaha langkah apa yang harus kita ambil semua disatukan dalam keraguan dan manfaat yang  sam2 penting. Bak pepatah mengatakan tak ada rotan akarpun jadi. So tak ada pekerjaan rambah hutan pun jadi. Barangkali begitulah percuma kita membahas sesuatu yang tak seharusnya kita bahas, apa yg ada dinegeri ini sudah mempunyai undang-undang nya sudah ada dinas terkait yg menjaga dan mengatur mungkin mulai dari pengelolaan hingga manfaat dan hasilnya.
Siapa yang akan memperjuangkan hutan ini? Hutan ini hutan kita ntuk kita jaga.